Rabu, 17 Juni 2015

STRATEGI PENDANAAN USAHA

STRATEGI  PENDANAAN
Aliran dana (cash flow) yang terjadi dalam suatu perusahaan merupakan aliran keluar-masuknya dana (kas) yang ada di perusahaan yang bersangkutan. Dana yang masuk kedalam perusahaan merupakan dana yang berasal dari sumber dana perusahaan, baik sumber internal maupun sumber eksternal. Sedangkan dana yang keluar dari perusahaan merupakan dana operasi atau kerugian perusahaan. Strategi pendanaan suatu perusahaan dibuat dengan  pertimbangan bagaimana membentuk struktur pendanaan yang dapat meminimalkan biaya modal atau cost of capital. Sebagaimana diketahui, sumber pendanaan di dalam  perusahaan mengandung biaya modal, diantaranya adalah utang yang mengandung biaya  berupa bunga dan ekuitas seperti saham yang juga mengandung biaya, yaitu berupa dividen.  

Kombinasi sumber pembiayaan yang ada di perusahaan sering disebut bauran  pendanaan. Struktur yang membentuk komposisi bauran pendanaan hutang jangka panjang dan modal sendiri disebut dengan struktur modal (capital structure). Strategi struktur modal menjadi penting karena dalam memilih apakah perusahaan menggunakan utang atau ekuitas (saham) membawa konsekuensi terhadap risiko dan return. Jika perusahaan menggunakan utang, maka perusahaan akan mendapat keuntungan yang berupa  penghematan pajak (tax saving), di lain pihak penggunaan hutang juga akan menimbulkan risiko, karena adanya beban tetap.

Trade off theory  menyatakan bahwa perusahaan akan menggunakan utang, hutang akan memberikan tax saving  tetapi hanya sampai titik tertentu dan setelahnya akan menimbulkan biaya financial distress  dan biaya keagenan (agency cost) yang mengakibatkan turunnya nilai perusahaan (Fama, 2000).  Financial distress atau tekanan keuangan muncul karena penggunaan utang yang berlebihan dalam struktur modal perusahaan, yang pada akhirnya akan dapat mengakibatkan meningkatkan risiko kebangkrutan (bankruptcy).

Groth dan Anderson (1997) menyatakan komposisi yang efisien dapat mengurangi biaya modal. Dengan menurunkan biaya modal secara langsung meningkatkan return bersih ekonomis dan meningkatkan nilai perusahaan. Menurut Hermanto (1999), komposisi yang optimal tersebut pada kenyataaannya dapat dicari secara trial and error berdasarkan pengalaman. Pendekatan tradisional menyatakan terdapat struktur modal yang optimal untuk setiap  perusahaan (Sartono, 2001a:230; Hanafi, 2004:297). Pendekatan tradisional ini diwakili oleh dua teori yaitu teori static trade-off dan teori pecking order (Wibowo dan Erkaningrum, 2002). Teori static trade-off muncul karena penggabungan teori Modigliani-Miller yang memasukkan biaya kebangrutan dan biaya agensi. Hal ini mengindikasikan adanya trade-off antara penghematan pajak dari utang dan biaya kebangkrutan (Hanafi, 2004:311). Semakin besar proporsi utang maka semakin besar perlindungan pajak yang diperoleh. Di sisi lain, semakin besar proporsi utang maka semakin besar biaya kebangkrutan yang mungkin timbul. Dengan demikian, struktur modal yang optimal dapat dicapai dengan menyeimbangkan keuntungan perlindungan pajak dengan beban sebagai akibat penggunaan utang yang semakin besar (Sartono, 2001a:247). Teori static trade-off, secara teoritik memprediksikan bahwa leverage akan meningkat sejalan dengan 3 pemanfaatan utang dan menurun sejalan dengan bertambahnya biaya utang (Paramu, 2006) sementara teori pecking order mensyaratkan tidak terdapatnya suatu target debt equity ratio (Hanafi, 2004).

Sumber-Sumber Pendanaan Usaha
Berikut ini akan dibahas secara singkat mengenai sumber – sumber dana yang bisa menyediakan modal untuk usaha, sebagai berikut :

1. Dana Pribadi
Berasal dari tabungan pribadi atau deposito, menjual barang - barang berharga dan sebagainya. Kelebihan dari dana ini adalah merupakan dana yang paling murah karena tidak dikenakan beban bunga. Kekurangannya ialah jumlah yang terbatas.

2. Dana dari sistem gadai
Dapat diperoleh dengan menggadaikan barang maupun surat berharga ke lembaga formal maupun non-formal, misalkan rumah gadai. Prosedur untuk mendapatkan dana ini relatif sederhana, keterbatasannya ada pada jumlahnya yang biasanya terbatas dan juga jangka waktu pinjaman yang relatif pendek.

3. Pinjaman kepada lembaga non-formal
Dana didapatkan dari  pinjaman arisan keluarga atau kelompok pertemanan ataupun meminjam dari rentenir. Caranya sederhana namun jangka waktu pinjaman juga relatif pendek.

4. Bermitra / Berpartner
Mendapatkan pendanaan dengan mengundang investor untuk memodali usaha, atau pendanaan dari lemabaga pengembangan kemitraan. Dana juga bisa diperoleh melalui usaha modal ventura. Dana semacam ini tergolong murah karena tidak ada beban bunga dan kemungkinan perusahaan tumbuh lebih cepat sangat besar. Kekurangannya adalah proses mendapatkannya sangat lama sehingga tidak dapat diandalkan untuk keperluan dana yang sangat mendesak.

5. Hibah
Mendapatkan dana dari perusahaan atau lembaga yang mempunyai program pengembangan kewirausahaan. Dana jenis ini tergolong sangat murah tetapi persaingan untuk memperolehnya sangat ketat.

6. Pinjaman ke lembaga non-bank
Jenis pinjaman ini antara lain pinjaman ke komperasi simpan pinjam atau BPR, pinjaman ke lembaga pembiayaan maupun leasing. Prosedurnya relatif lebih mudah dibandingkan dengan dengan lembaga perbankan. Nilai pinjaman juga bisa dinegosiasikan demikian juga dengan jangka waktu pinjamannya. Kekurangannya terkadang suku bunga yang ditawarkan lebih tinggi. Bila ingin meminjam di koperasi, peminjam harus menjadi anggota terlebih dahulu.

7. Pinjaman ke bank
Dana didapatkan dengan meminjam langsung ke bank. Kendala terbesar adalah pada prosedur dan persyaratan yang harus dipenuhi oleh pemohon kredit. Pinjaman ini relatif aman karena perjanjiannya jelas dan juga ada pengawasan dari pihak bank. Jumlah pinjaman relatif besar bila dibandingkan dengan sumber pendanaan lainnya.

8. Pasar modal
Menerbitkan surat hutang dan ditawarkan ke publik melalui pasar modal. Untuk kebutuhan dana yang sangat besar maka pinjaman ini bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat. Namun banyak syarat dan prosedur yang harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum pemohon dana layak menerbitkan surat utang ke publik. Selain itu juga perusahaan wajib menampilkan laporan keuangan setiap periode.
Selain itu terdapat pula jenis sumber dana berdasarkan waktunya, yakni :

1. Pembiayaan Jangka Pendek
Jenis pembiayaan ini digunakan untuk kegiatan operasional perusahaan sehari-hari yang wajib dikembalikan dalam waktu kurang dari satu tahun seperti dari sumber internal, factoring (anjak piutang), trade credit, commercial paper, commercial banks, uang teman, uang keluarga, dan lain sebagainya.

2. Pembiayaan Jangka Panjang
Adalah dana yang didapat perusahaan untuk berbagai keperluan jangka panjang perusahaan dari kreditor, investor, pemilik perusahaan, dll yang dananya dapat dikembalikan dalam tempo waktu lebih dari setahun seperti dari laba ditahan (retained earnings), pembiayaan dari utang (debt financing) dan equity financing (pembiayaan dari ekuitas).

Tidak selamanya suatu perusahaan terus menerus memiliki dana yang cukup untuk membiayai segala kegiatan operasional perusahaan. Terdapat empat kelompok besar sumber pendanaan  seperti laba dan akumulasi penyusutan) atau pun berasal dari penjualan aset usaha dan atau aset pribadi.
1. Dana investor : merupakan sumber dana dari pihak eksternal yang tertarik berinvestasi pada bisnis atau usaha yang sedang dan atau akan dijalankan. Dana investor dapat berupa pinjaman perusahaan, investasi langsung, kerjasama investasi, atau pun pembelian saham.
2. Dana Suplier : merupakan sumber dana yang tidak secara langsung terlihat sebagai fisik uang, namun sumber dana dari suplier berupa fasilitas tempo pembayaran yang lebih panjang. Sumber dana suplier biasanya terjadi jika sudah terdapat kepercayaan yang besar kepada kunsumennya.
3. Dana Lembaga Keuangan : lembaga keuangan di maksud dapat berupa Bank, atau pun lembaga-lembaga pembiayaan lainnya.
Dalam kriteria resiko maka keempat sumber pendanaan ini dapat di kelompokan menjadi:
  Ø   Low Risk : dana internal
  Ø   Low - Medium risk : dana suplier
  Ø   Medium : dana Lembaga Keuangan
  Ø   Medium -High risk : dana Investor berupa saham dan investasi.

Hal-Hal Yang Harus di Perhatikan Dalam Pendanaan Usaha
Perlu di perhatikan dalam mencari sumber modal usaha agar tidak terjebak hutang besar yang bisa mengakibatkan ke bangkrutan suatu usaha :
  Ø  Perhatikan secara cermat sumber modal atau dana
  Ø  Kalau berasal dari pihak ke tiga perhatikan tingkat suku bunga pinjaman
  Ø  Dalam jangka berapa waktu lama modal bisa kembali
  Ø  Perhatikan seberapa lama kontrak pinjaman modal atau dana
  Ø  Perhitungan dan pelajari secra cermat masalah keuangan suatu usaha agar proses pencicilan untuk mengembalikan sesuai tepat waktu yang telah di tentukan
  Ø  Jalin kerja sama yang baik antara ke dua belah pihak antara pelaku usaha dengan investor
  Ø  Perhatikan Seberapa pesat peluang usaha yang di jalankan

  Ø  Untuk yang berasal dari luar jadikan sebagai tambahan bukan sebagai modal dasar untuk memulai suatu usaha.



   Sumber :
   http://pembiayaan perusahaan.wordpress.com
   http://www.academia.edu/9251261/STRATEGI_PENDANAAN_tugas
   http://fitriani010991.blogspot.com/2012/12/makalah-kewirausahaan.html
   http://id.modal.org/wiki

2 komentar:

  1. Permisi, izin salin sebagaian isi tulisannya ya untuk tugas kuliah
    Terimakasih banyak.

    BalasHapus
  2. polos dan sederhana, mr pedro adalah orang yang paling baik dan petugas pinjaman terbaik di layanannya. kami memiliki jalan yang sangat bergelombang selama seluruh proses renovasi bisnis kami, karena keadaan kehabisan dana. mr pedro tetap di atas semua pihak untuk memastikan semuanya tetap pada jalurnya untuk memenuhi tenggat waktu yang ketat untuk menutup pinjaman kami. kami menghargai semua yang dia lakukan untuk kami dan kami sangat merekomendasikan dia dan perusahaan pinjamannya kepada siapa pun yang ingin mendapatkan pembiayaan. terima kasih kembali pak pedro. hubungi mr pedro jerome di: pedroloanss@gmail.com juga di whatsapp: +1-8632310632.

    BalasHapus