STRATEGI
PENDANAAN
Aliran dana (cash flow) yang
terjadi dalam suatu perusahaan merupakan aliran keluar-masuknya dana (kas) yang
ada di perusahaan yang bersangkutan. Dana yang masuk kedalam perusahaan
merupakan dana yang berasal dari sumber dana perusahaan, baik sumber internal
maupun sumber eksternal. Sedangkan dana yang keluar dari perusahaan merupakan
dana operasi atau kerugian perusahaan. Strategi pendanaan suatu perusahaan
dibuat dengan pertimbangan bagaimana
membentuk struktur pendanaan yang dapat meminimalkan biaya modal atau cost of capital. Sebagaimana diketahui,
sumber pendanaan di dalam perusahaan
mengandung biaya modal, diantaranya adalah utang yang mengandung biaya berupa bunga dan ekuitas seperti saham yang juga
mengandung biaya, yaitu berupa dividen.
Kombinasi sumber pembiayaan yang
ada di perusahaan sering disebut bauran
pendanaan. Struktur yang membentuk komposisi bauran pendanaan hutang
jangka panjang dan modal sendiri disebut dengan struktur modal (capital
structure). Strategi struktur modal menjadi penting karena dalam memilih apakah
perusahaan menggunakan utang atau ekuitas (saham) membawa konsekuensi terhadap
risiko dan return. Jika perusahaan menggunakan utang, maka perusahaan akan
mendapat keuntungan yang berupa
penghematan pajak (tax saving), di lain pihak penggunaan hutang juga
akan menimbulkan risiko, karena adanya beban tetap.
Trade off theory menyatakan bahwa perusahaan akan menggunakan
utang, hutang akan memberikan tax saving tetapi hanya sampai titik tertentu dan
setelahnya akan menimbulkan biaya financial distress dan biaya keagenan (agency cost) yang
mengakibatkan turunnya nilai perusahaan (Fama, 2000). Financial distress atau tekanan keuangan
muncul karena penggunaan utang yang berlebihan dalam struktur modal perusahaan,
yang pada akhirnya akan dapat mengakibatkan meningkatkan risiko kebangkrutan (bankruptcy).
Groth dan Anderson (1997)
menyatakan komposisi yang efisien dapat mengurangi biaya modal. Dengan
menurunkan biaya modal secara langsung meningkatkan return bersih ekonomis dan
meningkatkan nilai perusahaan. Menurut Hermanto (1999), komposisi yang optimal
tersebut pada kenyataaannya dapat dicari secara trial and error berdasarkan
pengalaman. Pendekatan tradisional menyatakan terdapat struktur modal yang
optimal untuk setiap perusahaan
(Sartono, 2001a:230; Hanafi, 2004:297). Pendekatan tradisional ini diwakili
oleh dua teori yaitu teori static trade-off dan teori pecking order (Wibowo dan
Erkaningrum, 2002). Teori static trade-off muncul karena penggabungan teori
Modigliani-Miller yang memasukkan biaya kebangrutan dan biaya agensi. Hal ini
mengindikasikan adanya trade-off antara penghematan pajak dari utang dan biaya
kebangkrutan (Hanafi, 2004:311). Semakin besar proporsi utang maka semakin
besar perlindungan pajak yang diperoleh. Di sisi lain, semakin besar proporsi
utang maka semakin besar biaya kebangkrutan yang mungkin timbul. Dengan
demikian, struktur modal yang optimal dapat dicapai dengan menyeimbangkan
keuntungan perlindungan pajak dengan beban sebagai akibat penggunaan utang yang
semakin besar (Sartono, 2001a:247). Teori static trade-off, secara teoritik
memprediksikan bahwa leverage akan meningkat sejalan dengan 3 pemanfaatan utang
dan menurun sejalan dengan bertambahnya biaya utang (Paramu, 2006) sementara
teori pecking order mensyaratkan tidak terdapatnya suatu target debt equity
ratio (Hanafi, 2004).
Sumber-Sumber Pendanaan Usaha
Berikut ini akan dibahas secara
singkat mengenai sumber – sumber dana yang bisa menyediakan modal untuk usaha,
sebagai berikut :
1. Dana Pribadi
Berasal dari tabungan pribadi
atau deposito, menjual barang - barang berharga dan sebagainya. Kelebihan dari
dana ini adalah merupakan dana yang paling murah karena tidak dikenakan beban
bunga. Kekurangannya ialah jumlah yang terbatas.
2. Dana dari sistem gadai
Dapat diperoleh dengan
menggadaikan barang maupun surat berharga ke lembaga formal maupun non-formal,
misalkan rumah gadai. Prosedur untuk mendapatkan dana ini relatif sederhana,
keterbatasannya ada pada jumlahnya yang biasanya terbatas dan juga jangka waktu
pinjaman yang relatif pendek.
3. Pinjaman kepada lembaga
non-formal
Dana didapatkan dari pinjaman arisan keluarga atau kelompok
pertemanan ataupun meminjam dari rentenir. Caranya sederhana namun jangka waktu
pinjaman juga relatif pendek.
4. Bermitra / Berpartner
Mendapatkan pendanaan dengan
mengundang investor untuk memodali usaha, atau pendanaan dari lemabaga
pengembangan kemitraan. Dana juga bisa diperoleh melalui usaha modal ventura.
Dana semacam ini tergolong murah karena tidak ada beban bunga dan kemungkinan perusahaan
tumbuh lebih cepat sangat besar. Kekurangannya adalah proses mendapatkannya
sangat lama sehingga tidak dapat diandalkan untuk keperluan dana yang sangat
mendesak.
5. Hibah
Mendapatkan dana dari perusahaan
atau lembaga yang mempunyai program pengembangan kewirausahaan. Dana jenis ini
tergolong sangat murah tetapi persaingan untuk memperolehnya sangat ketat.
6. Pinjaman ke lembaga non-bank
Jenis pinjaman ini antara lain
pinjaman ke komperasi simpan pinjam atau BPR, pinjaman ke lembaga pembiayaan maupun
leasing. Prosedurnya relatif lebih mudah dibandingkan dengan dengan lembaga
perbankan. Nilai pinjaman juga bisa dinegosiasikan demikian juga dengan jangka
waktu pinjamannya. Kekurangannya terkadang suku bunga yang ditawarkan lebih
tinggi. Bila ingin meminjam di koperasi, peminjam harus menjadi anggota
terlebih dahulu.
7. Pinjaman ke bank
Dana didapatkan dengan meminjam
langsung ke bank. Kendala terbesar adalah pada prosedur dan persyaratan yang
harus dipenuhi oleh pemohon kredit. Pinjaman ini relatif aman karena
perjanjiannya jelas dan juga ada pengawasan dari pihak bank. Jumlah pinjaman
relatif besar bila dibandingkan dengan sumber pendanaan lainnya.
8. Pasar modal
Menerbitkan surat hutang dan
ditawarkan ke publik melalui pasar modal. Untuk kebutuhan dana yang sangat
besar maka pinjaman ini bisa menjadi salah satu pilihan yang tepat. Namun
banyak syarat dan prosedur yang harus terpenuhi terlebih dahulu sebelum pemohon
dana layak menerbitkan surat utang ke publik. Selain itu juga perusahaan wajib
menampilkan laporan keuangan setiap periode.
Selain itu terdapat pula jenis
sumber dana berdasarkan waktunya, yakni :
1. Pembiayaan Jangka Pendek
Jenis pembiayaan ini digunakan
untuk kegiatan operasional perusahaan sehari-hari yang wajib dikembalikan dalam
waktu kurang dari satu tahun seperti dari sumber internal, factoring (anjak
piutang), trade credit, commercial paper, commercial banks, uang teman, uang
keluarga, dan lain sebagainya.
2. Pembiayaan Jangka Panjang
Adalah dana yang didapat
perusahaan untuk berbagai keperluan jangka panjang perusahaan dari kreditor,
investor, pemilik perusahaan, dll yang dananya dapat dikembalikan dalam tempo
waktu lebih dari setahun seperti dari laba ditahan (retained earnings),
pembiayaan dari utang (debt financing) dan equity financing (pembiayaan dari
ekuitas).
Tidak selamanya suatu perusahaan
terus menerus memiliki dana yang cukup untuk membiayai segala kegiatan
operasional perusahaan. Terdapat empat kelompok besar sumber pendanaan seperti laba dan akumulasi penyusutan) atau
pun berasal dari penjualan aset usaha dan atau aset pribadi.
1. Dana investor : merupakan
sumber dana dari pihak eksternal yang tertarik berinvestasi pada bisnis atau
usaha yang sedang dan atau akan dijalankan. Dana investor dapat berupa pinjaman
perusahaan, investasi langsung, kerjasama investasi, atau pun pembelian saham.
2. Dana Suplier : merupakan
sumber dana yang tidak secara langsung terlihat sebagai fisik uang, namun
sumber dana dari suplier berupa fasilitas tempo pembayaran yang lebih panjang.
Sumber dana suplier biasanya terjadi jika sudah terdapat kepercayaan yang besar
kepada kunsumennya.
3. Dana Lembaga Keuangan :
lembaga keuangan di maksud dapat berupa Bank, atau pun lembaga-lembaga
pembiayaan lainnya.
Dalam kriteria resiko maka
keempat sumber pendanaan ini dapat di kelompokan menjadi:
Ø Low Risk : dana internal
Ø Low - Medium risk : dana suplier
Ø Medium : dana Lembaga Keuangan
Ø Medium -High risk : dana Investor berupa saham
dan investasi.
Hal-Hal Yang Harus di Perhatikan Dalam Pendanaan Usaha
Perlu di perhatikan dalam mencari
sumber modal usaha agar tidak terjebak hutang besar yang bisa mengakibatkan ke
bangkrutan suatu usaha :
Ø Perhatikan
secara cermat sumber modal atau dana
Ø Kalau
berasal dari pihak ke tiga perhatikan tingkat suku bunga pinjaman
Ø Dalam
jangka berapa waktu lama modal bisa kembali
Ø Perhatikan
seberapa lama kontrak pinjaman modal atau dana
Ø Perhitungan
dan pelajari secra cermat masalah keuangan suatu usaha agar proses pencicilan
untuk mengembalikan sesuai tepat waktu yang telah di tentukan
Ø Jalin
kerja sama yang baik antara ke dua belah pihak antara pelaku usaha dengan
investor
Ø Perhatikan
Seberapa pesat peluang usaha yang di jalankan
Ø Untuk
yang berasal dari luar jadikan sebagai tambahan bukan sebagai modal dasar untuk
memulai suatu usaha.
Sumber :
http://pembiayaan perusahaan.wordpress.com
http://www.academia.edu/9251261/STRATEGI_PENDANAAN_tugas
http://fitriani010991.blogspot.com/2012/12/makalah-kewirausahaan.html
http://id.modal.org/wiki
Permisi, izin salin sebagaian isi tulisannya ya untuk tugas kuliah
BalasHapusTerimakasih banyak.
polos dan sederhana, mr pedro adalah orang yang paling baik dan petugas pinjaman terbaik di layanannya. kami memiliki jalan yang sangat bergelombang selama seluruh proses renovasi bisnis kami, karena keadaan kehabisan dana. mr pedro tetap di atas semua pihak untuk memastikan semuanya tetap pada jalurnya untuk memenuhi tenggat waktu yang ketat untuk menutup pinjaman kami. kami menghargai semua yang dia lakukan untuk kami dan kami sangat merekomendasikan dia dan perusahaan pinjamannya kepada siapa pun yang ingin mendapatkan pembiayaan. terima kasih kembali pak pedro. hubungi mr pedro jerome di: pedroloanss@gmail.com juga di whatsapp: +1-8632310632.
BalasHapus