KOMPETENSI INTI USAHA
Wirausaha yang sukses pada umumnya
ialah mereka yang memiliki kompetensi, yaitu meliputi sikap, motivasi, nilai
serta tingkah laku yang diberikan untuk melaksanakan pekerjaan. Kompetensi inti
(core competencies) adalah seperangkat kemampuan dan keuanian yang dikembangkan
dalam daerah-daerah operasional kunci, seperti mutu, layanan, inovasi,
pembangunan tim, fleksibilitas tinggi,cepat tanggap dan hal lainnya yang dapat
dilakukan untuk melebihi para pesaing. Kompetensi inti akan menjadi dasar dari
keunggulan kompetitif perusahaan dan biasanya bertahan cukup lama. Geoffrey G.
Meredith (1996:5-6) mengemukakan ciri-ciri dan watak kewirausahaan, sebagai
berikut :
1. Percaya diri Keyakinan, ketidak-tergantungan,
individualitas, dan optimisme.
2. Berorientasi pada tugas dan
hasil, kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan,
tekad kerja keras mempunyai dorongan kuat, energik dan inisiatif.
3. Berani mengambil resiko dan suka
tantangan Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar.
4. Perilaku sebagai pemimpin,
bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran dan kritik.
5. Keorisinilan, inovatif dan
kreatif serta fleksibel.
6. Berorientasi kemasa depan dan
perspektif.
Selain beberapa hal yang diuraikan
tersebut di atas, kewirausahaan meliputi kemampuan merumuskan tujuan dan
memotivasi diri, berinisiatif, kemampuan membentuk modal dan mengatur waktu,
mental yang kuat dan kemampuan untuk mengambil hikmah dari pengalaman.
Kompetesi inti perusahaan kecil
sering kali berasal dari ukuran perusahaan yang masih kecil sehingga memiliki
kelincahan, kecepatan dan kedekatan dengan pelanggan serta kemampuan untuk
melakukan inovasi. Usaha kecil yang berhasil, mengetahui segmen-segmen pasar
dimana mereka bersaing dan membangun serta memelihara kompetensi ini yang
langsung berpengaruh pada efektivitas jangka panjang mereka. Jawaban terhadap
pertanyaan-pertanyaan berikut memungkinkan wirausaha untuk memusatkan sumber
daya mereka dalam menciptakan atau memperkuat kompetensi inti perusahaan :
o Siapakah pelanggan produk atau
jasa kita?
o Apa karakteristik pelanggan kita
(misalnya umur, pendapatan, kebiasaan belanja, tepat tinggal)?
o Mengapa mereka membeli barang
atau menggunakan jasa kita?
o Faktor-faktor apa yang
menyebabkan mereka meningkatkan atau menurunkan pembelian mereka?
o Apakah terdapat pelanggan utama
dipasar? Bila ada siapa mereka itu?
o Berapa persentase penjualan total
yang di peroleh dari pelanggan besar?
o Berapa jumlah pesaing akan yang
dihadapi?
o Seberapa luas basis pelanggan
kita?
o Seberapa peka bisnis kita dalam
menghadapi perubahan tiba-tiba dalam hal ekonomi, social atau politik?
Ada 10 kompetensi yang harus
dimiliki wirausaha menurut Dan & Bradstreet Business Credit Service, 1993:
(1) Knowing your business, yaitu
harus mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. Seorang wirausaha harus
mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang
akan lakukan. Misalnya, seorang yang akan melakukan bisnis perhotelan maka ia
harus memiliki pengetahuan tentang perhotelan. Untuk bisnis pemasaran komputer,
ia harus memiliki pengetahuan tentang cara memasarkan komputer.
(2) Knowing the basic business
management, yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis, misalnya cara
merancang usaha, mengorganisasi dan mengendalikan perusahaan, termasuk dapat
memperhitungkan, memprediksi, mengadministnasikan dan membukukan kegiatan-
kegiatan usaha. Mengetahui manajemen bisnis beranti memahami kiat, cara,
proses, dan pengelolaan semua sumber daya secara efektif dan efisien.
(3) Having the proper attitude,
yaitu memiliki sikap yang benar terhadap usaha yang dilakukannya. Ia harus
bersikap sebagai pedagang, industriawan, pengusaha yang sungguh- sungguh, dan
tidak setengah hati.
(4) Having adequate capital, yaitu
memiliki modal yang cukup. Modal tidak hanya berbentuk materi, tetapi juga
moril. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. Oleh
karena itu, harus cukup waktu cukup uang, tenaga, tempat, dan mental.
(5) Managing finances effectively,
yaitu memiliki kemampuan mengatur/mengelola keuangan secara efektif dan
efisien, mencari sumber dana dan menggunakannya secara tepat, serta
mengendalikannya secara akurat.
(6) Managing time efficiently,
yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. Mengatur, menghitung, dan
menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya.
(7) Managing people, yaitu
kemampuan merencanakan, mengatur, mengarahkan, menggerakan, dan mengendalikan
orang-orang dalam menjalankan perusahaan.
(8) Satisfying customer by
providing high quality product, yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan
cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu, bermanfaat, dan memuaskan.
(9) Knowing how to compete, yaitu
mengatahui strategi/cara bersaing. Wirausaha, harus dapat mengungkap kekuatan (strength),
kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (threat) dirinya dan
pesaing. Ia harus menggunakan analisis SWOT baik terhadap dirinya maupun
terhadap pesaing.
(10) Copying with regulations and
paper work, yaitu membuat aturan/pedoman yang jelas (tersurat, tidak tersirat).
Di samping keterampilan dan
kemampuan, wirausaha juga harus memiliki pengalaman yang seimbang. Ada 4
(empat) kemampuan utama yang diperlukan untuk mencapai pengalaman yang seimbang
agar kewirausahaan berhasil, yaitu :
(1) Technical competence, yaitu
memiliki kompetensi dalam bidang rancang bangun (know-how) sesuai dengan bentuk
usaha yang akan dipilih. Misalnya, kemampuan dalam bidang teknik produksi dan
desain produksi. Ia harus betul-betul mengetahui bagaimana barang dan jasa itu
dihasilkan dan disajikan.
(2) Marketing competence, yaitu
memiliki kompetensi dalam menemukan pasar yang cocok, mengidentifikasi
pelanggan dan menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Ia harus mengetahui
bagaimana menemukan peluang pasar yang spesifik, misalnya pelanggan dan harga
khusus yang belum dikelola pesaing.
(3) Financial competence, yaitu
memiliki kompetensi dalam bidang keuangan, mengatur pembelian, penjualan,
pembu-kuan, dan perhitungan laba/rugi. Ia harus mengetahui bagaimana mendapatkan
dana dan menggunakannya.
(4) Human relation competence,
yaitu kompetensi dalam mengembangkan hubungan personal, seperti kemampuan
berelasi dan menjalin kemitraan antar-perusahaan. Ia harus mengetahui hubungan
inter-personal secara sehat.
STRATEGI BERSAING DALAM WIRAUSAHA
Keunggulan bersaing adalah kumpulan
faktor-faktor yang membedakan suatu perusahaan dari pesaingnya dan memberikan
posisi yang unik dalam pasar. Menurut Collin Montgomery (1998 : 5), strategi
perusahaan adalah cara-cara perusahaan menciptakan nilai melalui konfigurasi
dan koordinasi aktivitas multipemasaran. Dalam manajemen strategis yang baru,
Mintzberg mengemukakan 5P yang sama artinya dengan strategi yaitu:
1. Strategi
adalah Perencanaan
Konsep strategi tidak lepas dari
aspek perencanaan, arahan atau acuan gerak langkah perusahaan untuk mencapai
suatu tujuan di masa depan. Akan tetapi, tidak selamanya strategi adalah
perencanaan ke masa depan yang belum dilaksanakan. Strategi juga menyangkut
segala sesuatu yang telah dilakukan sebelumnya.
2. Strategi
adalah Pola
Starategi adalah pola, yang
selanjutnya disebut sebagai intended strategy, karena belum terlaksana dan
berorientasi ke masa depan, atau disebut juga sebagai realized strategy karena
telah dilakukan oleh perusahaan.
3. Strategi
adalah Posisi
Artinya memosisikan produk tertentu
ke pasar tertentu yang di tuju. Strategi menurut Mintzberg cenderung melihat ke
bawah, yaitu ke suatu titik bidik dimana produk tertentu bertemu dengan
pelanggan, dan melihat keluar yaitu meninjau berbagai aspek lingkungan
eksternal.
4. Strategi
adalah Perspektif
Strategi perspektif cenderung lebih
melihat ke dalam, yaitu ke dalam organisasi, dan ke atas, yaitu melihat visi
utama dari perusahaan.
5. Strategi
adalah Permainan
Strategi adalah suatu manuver
tertentu untuk memperdaya lawan atau pesaing.
Pengembangan keunggulan bersaing
merupakan hasil dari pemikiran strategis, dan wirausaha yang berhasil adalah
mereka yang memiliki kemampuan dalam berpikir strategis. Para wirausahawan ini
memikirkan setiap gerakan strategis yang mereka lakukan untuk memastikan bahwa
semua tindakan yang diambil akan memperkuat fokus strategi perusahaan.
Manajemen strategis dapat
meningkatkan efektifitas perusahaan kecil, tetapi para pemikliknya harus
mengandalkan pada suatu prosedur yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan
sifat bisnisnya. Suatu prosedur manajemen srategis perusahaan kecil perlu
meliputi hal-hal sebagai berikut:
·
Gunakan horizon atau periode perencanaan yang relative singkat, dua tahun atau
kurang bagi bagi bisnis kecil
·
Jangan terlalu formal dan tidak terlalu terstruktur. Pendekatan yang lebih
rileks akan lebih ideal
·
Dorong peran karyawan maupun pihak luar untuk meningkatkan keandalan dan
kratifitas dari setiap rencana yang ditetapkan
·
Jangan mulai dengan menerapkan segala sesuatu yang sangat ideal, penerapan
idealisme yang berlebihan pada awal bisnis malah akan mengganggu proses kreatif
manajemen strategis
·
Focus pada berpikir strategi, bukan hanya perencanaan, dengan menhubungkan
cita-cita jangka panjang dan operasi sehari-hari.
Menurut Grant (1991) yang dikutip
oleh Albert Wijaya (1994), terdapat beberapa langkah yang dapat digunakan untuk
mengembangkan strategi berbasis sumber daya, diantaranya:
1. Mengidentifikasi dan
mengklasifikasi sumber daya. Sumber daya tersebut berupa :
a) Teknologi
b) Kapabilitas karyawan
c) Paten dan merek
d) Kemampuan keuangan
e) Kecanggihan pemasaran
f)
Pelayanan pelanggan
Lebih lanjut, sumber daya tersebut
diklasifikasikan menjadi:
a) Sumber daya finansial
b) Sumber daya fisik
c) Sumber daya manusia
d) Sumber daya teknologi
e) Sumber daya reputasi organisasi
2. Mengidentifikasikan dan
mengevaluasi kemampuan atau kapabilitas. Kapabilitas diartikan sebagai apa yang
dapat dilakukan oleh perusahaan melalui kerja sama tim (bukan perorangan) untuk
mengembangkan berbagai sumber daya yang dimiliki perusahaan. Kapabilitas
tersebut mengintegrasikan ide baru, keterampilan, dan pengetahuan lain yang
menjadi kunci berpikir kreatif.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar