Senin, 22 Juni 2015

KOMPETENSI INTI USAHA DAN STRATEGI BERSAING DALAM KEWIRAUSAHAAN

KOMPETENSI INTI USAHA
Wirausaha yang sukses pada umumnya ialah mereka yang memiliki kompetensi, yaitu meliputi sikap, motivasi, nilai serta tingkah laku yang diberikan untuk melaksanakan pekerjaan. Kompetensi inti (core competencies) adalah seperangkat kemampuan dan keuanian yang dikembangkan dalam daerah-daerah operasional kunci, seperti mutu, layanan, inovasi, pembangunan tim, fleksibilitas tinggi,cepat tanggap dan hal lainnya yang dapat dilakukan untuk melebihi para pesaing. Kompetensi inti akan menjadi dasar dari keunggulan kompetitif perusahaan dan biasanya bertahan cukup lama. Geoffrey G. Meredith (1996:5-6) mengemukakan ciri-ciri dan watak kewirausahaan, sebagai berikut :
1. Percaya diri Keyakinan, ketidak-tergantungan, individualitas, dan optimisme.
2. Berorientasi pada tugas dan hasil, kebutuhan untuk berprestasi, berorientasi laba, ketekunan dan ketabahan, tekad kerja keras mempunyai dorongan kuat, energik dan inisiatif.
3. Berani mengambil resiko dan suka tantangan Kemampuan untuk mengambil resiko yang wajar.
4. Perilaku sebagai pemimpin, bergaul dengan orang lain, menanggapi saran-saran dan kritik.
5. Keorisinilan, inovatif dan kreatif serta fleksibel.
6. Berorientasi kemasa depan dan perspektif.
Selain beberapa hal yang diuraikan tersebut di atas, kewirausahaan meliputi kemampuan merumuskan tujuan dan memotivasi diri, berinisiatif, kemampuan membentuk modal dan mengatur waktu, mental yang kuat dan kemampuan untuk mengambil hikmah dari pengalaman.
Kompetesi inti perusahaan kecil sering kali berasal dari ukuran perusahaan yang masih kecil sehingga memiliki kelincahan, kecepatan dan kedekatan dengan pelanggan serta kemampuan untuk melakukan inovasi. Usaha kecil yang berhasil, mengetahui segmen-segmen pasar dimana mereka bersaing dan membangun serta memelihara kompetensi ini yang langsung berpengaruh pada efektivitas jangka panjang mereka. Jawaban terhadap pertanyaan-pertanyaan berikut memungkinkan wirausaha untuk memusatkan sumber daya mereka dalam menciptakan atau memperkuat kompetensi inti perusahaan :
o Siapakah pelanggan produk atau jasa kita?
o Apa karakteristik pelanggan kita (misalnya umur, pendapatan, kebiasaan belanja, tepat tinggal)?
o Mengapa mereka membeli barang atau menggunakan jasa kita?
o Faktor-faktor apa yang menyebabkan mereka meningkatkan atau menurunkan pembelian mereka?
o Apakah terdapat pelanggan utama dipasar? Bila ada siapa mereka itu?
o Berapa persentase penjualan total yang di peroleh dari pelanggan besar?
o Berapa jumlah pesaing akan yang dihadapi?
o Seberapa luas basis pelanggan kita?
o Seberapa peka bisnis kita dalam menghadapi perubahan tiba-tiba dalam hal ekonomi, social atau politik?
Ada 10 kompetensi yang harus dimiliki wirausaha menurut Dan & Bradstreet Business Credit Service, 1993:
(1) Knowing your business, yaitu harus mengetahui usaha apa yang akan dilakukan. Seorang wirausaha harus mengetahui segala sesuatu yang ada hubungannya dengan usaha atau bisnis yang akan lakukan. Misalnya, seorang yang akan melakukan bisnis perhotelan maka ia harus memiliki pengetahuan tentang perhotelan. Untuk bisnis pemasaran komputer, ia harus memiliki pengetahuan tentang cara memasarkan komputer.
(2) Knowing the basic business management, yaitu mengetahui dasar-dasar pengelolaan bisnis, misalnya cara merancang usaha, mengorganisasi dan mengendalikan perusahaan, termasuk dapat memperhitungkan, memprediksi, mengadministnasikan dan membukukan kegiatan- kegiatan usaha. Mengetahui manajemen bisnis beranti memahami kiat, cara, proses, dan pengelolaan semua sumber daya secara efektif dan efisien.
(3) Having the proper attitude, yaitu memiliki sikap yang benar terhadap usaha yang dilakukannya. Ia harus bersikap sebagai pedagang, industriawan, pengusaha yang sungguh- sungguh, dan tidak setengah hati.
(4) Having adequate capital, yaitu memiliki modal yang cukup. Modal tidak hanya berbentuk materi, tetapi juga moril. Kepercayaan dan keteguhan hati merupakan modal utama dalam usaha. Oleh karena itu, harus cukup waktu cukup uang, tenaga, tempat, dan mental.
(5) Managing finances effectively, yaitu memiliki kemampuan mengatur/mengelola keuangan secara efektif dan efisien, mencari sumber dana dan menggunakannya secara tepat, serta mengendalikannya secara akurat.
(6) Managing time efficiently, yaitu kemampuan mengatur waktu seefisien mungkin. Mengatur, menghitung, dan menepati waktu sesuai dengan kebutuhannya.
(7) Managing people, yaitu kemampuan merencanakan, mengatur, mengarahkan, menggerakan, dan mengendalikan orang-orang dalam menjalankan perusahaan.
(8) Satisfying customer by providing high quality product, yaitu memberi kepuasan kepada pelanggan dengan cara menyediakan barang dan jasa yang bermutu, bermanfaat, dan memuaskan.
(9) Knowing how to compete, yaitu mengatahui strategi/cara bersaing. Wirausaha, harus dapat mengungkap kekuatan (strength), kelemahan (weakness), peluang (opportunity), dan ancaman (threat) dirinya dan pesaing. Ia harus menggunakan analisis SWOT baik terhadap dirinya maupun terhadap pesaing.
(10) Copying with regulations and paper work, yaitu membuat aturan/pedoman yang jelas (tersurat, tidak tersirat).
Di samping keterampilan dan kemampuan, wirausaha juga harus memiliki pengalaman yang seimbang. Ada 4 (empat) kemampuan utama yang diperlukan untuk mencapai pengalaman yang seimbang agar kewirausahaan berhasil, yaitu :
(1) Technical competence, yaitu memiliki kompetensi dalam bidang rancang bangun (know-how) sesuai dengan bentuk usaha yang akan dipilih. Misalnya, kemampuan dalam bidang teknik produksi dan desain produksi. Ia harus betul-betul mengetahui bagaimana barang dan jasa itu dihasilkan dan disajikan.
(2) Marketing competence, yaitu memiliki kompetensi dalam menemukan pasar yang cocok, mengidentifikasi pelanggan dan menjaga kelangsungan hidup perusahaan. Ia harus mengetahui bagaimana menemukan peluang pasar yang spesifik, misalnya pelanggan dan harga khusus yang belum dikelola pesaing.
(3) Financial competence, yaitu memiliki kompetensi dalam bidang keuangan, mengatur pembelian, penjualan, pembu-kuan, dan perhitungan laba/rugi. Ia harus mengetahui bagaimana mendapatkan dana dan menggunakannya.
(4) Human relation competence, yaitu kompetensi dalam mengembangkan hubungan personal, seperti kemampuan berelasi dan menjalin kemitraan antar-perusahaan. Ia harus mengetahui hubungan inter-personal secara sehat.
STRATEGI BERSAING DALAM WIRAUSAHA
Keunggulan bersaing adalah kumpulan faktor-faktor yang membedakan suatu perusahaan dari pesaingnya dan memberikan posisi yang unik dalam pasar. Menurut Collin Montgomery (1998 : 5), strategi perusahaan adalah cara-cara perusahaan menciptakan nilai melalui konfigurasi dan koordinasi aktivitas multipemasaran. Dalam manajemen strategis yang baru, Mintzberg mengemukakan 5P yang sama artinya dengan strategi yaitu:
1.       Strategi adalah Perencanaan
Konsep strategi tidak lepas dari aspek perencanaan, arahan atau acuan gerak langkah perusahaan untuk mencapai suatu tujuan di masa depan. Akan tetapi, tidak selamanya strategi adalah perencanaan ke masa depan yang belum dilaksanakan. Strategi juga menyangkut segala sesuatu yang telah dilakukan sebelumnya.
2.       Strategi adalah Pola
Starategi adalah pola, yang selanjutnya disebut sebagai intended strategy, karena belum terlaksana dan berorientasi ke masa depan, atau disebut juga sebagai realized strategy karena telah dilakukan oleh perusahaan.
3.       Strategi adalah Posisi
Artinya memosisikan produk tertentu ke pasar tertentu yang di tuju. Strategi menurut Mintzberg cenderung melihat ke bawah, yaitu ke suatu titik bidik dimana produk tertentu bertemu dengan pelanggan, dan melihat keluar yaitu meninjau berbagai aspek lingkungan eksternal.
4.       Strategi adalah Perspektif
Strategi perspektif cenderung lebih melihat ke dalam, yaitu ke dalam organisasi, dan ke atas, yaitu melihat visi utama dari perusahaan.
5.       Strategi adalah Permainan
Strategi adalah suatu manuver tertentu untuk memperdaya lawan atau pesaing.
Pengembangan keunggulan bersaing merupakan hasil dari pemikiran strategis, dan wirausaha yang berhasil adalah mereka yang memiliki kemampuan dalam berpikir strategis. Para wirausahawan ini memikirkan setiap gerakan strategis yang mereka lakukan untuk memastikan bahwa semua tindakan yang diambil akan memperkuat fokus strategi perusahaan.  
Manajemen strategis dapat meningkatkan efektifitas perusahaan kecil, tetapi para pemikliknya harus mengandalkan pada suatu prosedur yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan dan sifat bisnisnya. Suatu prosedur manajemen srategis perusahaan kecil perlu meliputi hal-hal sebagai berikut:
 · Gunakan horizon atau periode perencanaan yang relative singkat, dua tahun atau kurang bagi bagi bisnis kecil
· Jangan terlalu formal dan tidak terlalu terstruktur. Pendekatan yang lebih rileks akan lebih ideal
· Dorong peran karyawan maupun pihak luar untuk meningkatkan keandalan dan kratifitas dari setiap rencana yang ditetapkan
· Jangan mulai dengan menerapkan segala sesuatu yang sangat ideal, penerapan idealisme yang berlebihan pada awal bisnis malah akan mengganggu proses kreatif manajemen strategis
 · Focus pada berpikir strategi, bukan hanya perencanaan, dengan menhubungkan cita-cita jangka panjang dan operasi sehari-hari.
Menurut Grant (1991) yang dikutip oleh Albert Wijaya (1994), terdapat beberapa langkah yang dapat digunakan untuk mengembangkan strategi berbasis sumber daya, diantaranya:
1. Mengidentifikasi dan mengklasifikasi sumber daya. Sumber daya tersebut berupa :
a) Teknologi
b) Kapabilitas karyawan
c) Paten dan merek
d) Kemampuan keuangan
e) Kecanggihan pemasaran
f)  Pelayanan pelanggan 
Lebih lanjut, sumber daya tersebut diklasifikasikan menjadi:
a) Sumber daya finansial
b) Sumber daya fisik
c) Sumber daya manusia
d) Sumber daya teknologi
e) Sumber daya reputasi organisasi
2. Mengidentifikasikan dan mengevaluasi kemampuan atau kapabilitas. Kapabilitas diartikan sebagai apa yang dapat dilakukan oleh perusahaan melalui kerja sama tim (bukan perorangan) untuk mengembangkan berbagai sumber daya yang dimiliki perusahaan. Kapabilitas tersebut mengintegrasikan ide baru, keterampilan, dan pengetahuan lain yang menjadi kunci berpikir kreatif.






Sumber :


Tidak ada komentar:

Posting Komentar