Senin, 04 Mei 2015

MEMASUKI DUNIA USAHA

             Merintis usaha baru, yaitu membentuk dan mendirikan usaha baru dengan menggunakan modal, ide, organisasi, dan manajemen yang dirancang sendiri.
Berikut adalah cara sederhana yang dapat dilakukan dalam menerapkan analisis SWOT dalam memasuki dunia usaha :
a. Melihat kekuatan yang dimiliki seperti lokasi, sumber-sumber bahan baku uang mudah didapat, mudah di jangkau oleh konsumen atau pelanggan, dan kekuatan lainnya yang dapat dimanfaatkan.
b. Melihat kelemahan yang dimiliki agar kita tidak memaksakan diri melakukan usaha yang sebenarnya tidak dapat dilakukan karena kita tidak memiliki kekurangan tertentu.
c. Melihat peluang yang dapat dimanfaatkan dan memberikan keuntungan.
d. Melihat ancaman terhadap usaha-usaha yang berisiko tinggi, memiliki siklus hidup yang pendek, dan tidak terukur.

Ada 3 bentuk  usaha baru yang dapat dirintis :
a. Perusahaan milik sendiri (sole propetiorship), yaitu bentuk usaha yang dimiliki dan dikelola sendiri oleh seseorang.
b. Persekutuan (partnership), yaitu kerjasama atau asosiasi antara dua orang atau lebuh.
c. Perusahaan berbadan hukum (corporation), yaitu perusahaan yang didirikan atas dasar hukum dengan modal berupa saham.

Beberapa langkah untuk mengenali dan memilih peluang bisnis yang tepat antara lain :
1. Tentukan tujuan besar yang hendak dicapai
2. Buat daftar ide usaha
3. Nilai kemampuan pribadi
4. Pilih kriteria
5. Membandingkan dan dapatkan saran dari pengusaha, konsultan, atau mentor.
6. Nilai keadaan bisnis saat ini dan masa mendatang melalui riset.
7. Tetapkan pilihan.

Ada dua pendekatan utama yang digunakan wirausaha untuk mencari peluang dengan mendirikan usaha baru :
1. Pendekatan inside out / disebut dengan idea generation, yaitu pendekatan berdasarkan gagasan sebagai kunci yang menentukan keberhasilan usaha.
2. Pendekatan outsitting yang disebut juga sebagai opportunity recognizing, yaitu pendekatan yang menekankan pada basis ide bahwa perusahaan akan berhasil apabila menanggapi atau menciptakan kebutuhan di pasar. Opportunity Recognizing adalah pengamatan lingkungan, yaitu alat pengembangan yang akan ditransfer menjadi peluang ekonomi. Berita peluang tersebut bersumber dari ;
a. Surat kabar
b. Laporan periodic tentang perubahan ekonomi
c. Jurnal perdagangan dan pameran dagang
d. Publikasi pemerintah
e. Informasi lisensi produk yang disediakan oleh pialang saham, universitas, dan perusahaan lainnya.

Dalam merintis usaha baru terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan :
1.       Bidang dan jenis usaha yang dimasuki.
2.       Bentuk usaha dan kepemilikan yang akan dipilih.
3.       Tempat usaha yang akan dipilih.
4.       Organisasi usaha yang akan digunakan.
5.       Jaminan usaha yang mungkin diperoleh.
6.       Lingkungan usaha yang akan berpengaruh.

Beberapa Faktor Kritis Untuk Memulai Usaha Baru :
—  Personal, yaitu  aspek kepribadian seperti Motivasi, keadaan ekonomi, keadaan lapangan kerja.
—  Sosiological, yaitu Hubungan dengan orang lain, tanggung jawab terhadap keluarga.
—  Enviromental, yaitu hubungan dengan orang lain  Spirit, Energi,  Optimis.

Struktur Organisasi Yang akan dikembangkan
Kompleksitas organisasi usaha tergantung pada lingkup atau cakupan usaha yang akan dimasuki. Semakin besar lingkup usaha, semakin kompleks organisasinya sebaliknya semakin kecil lingkup usaha, maka semakin sederhana organisasi ada lingkup atau skala usaha kecil, organisasi usaha pada umumnya dikelola sendiri. Pengusaha kecil pada umumnya berperan sebagai small business owner manager atau small business operator. Meskipun pengusaha usaha kecil identik dengan owner business manager, jika skala dan lingkup usahanya semakin besar, maka pengelolaannya tidak bisa dikerjakan sendiri akan tetapi harus melibatkan orang lain.

Banyak cara untuk melihat peluang yan terjadi di sekitar kita. Selama masih ada kebutuhan dan keinginan, selama itu pula masih terdapat peluang yang dapat kita manfaatkan misalnya :
a.   Mengenali kebutuhan pasar
b.   Mengembangkan produk yang telah ada di pasaran.
c.   Memadukan bisnis-bisnis yang ada.
d.   Mengenali kecendrungan(tren) yang terjadi.
e.   Mewaspadai segala kemungkinan yang awalnya terlihat sepele, yang ternyata setelah ditekuni dapat menjadi bisnis yang luar biasa.
f.   Menggunakan asumsi-asumsi yang baru (tidak baku).

Peluang usaha yang sudah dijalankan tentu memerlukan pengembangan supaya lebih dapat mengembangkan potensi yang sudah ada. Diantaranya adalah sebagai berikut.:
1. Integrasi vertikal
Integrasi vertikal adalah penggabungan usaha yang mempunyai keterkaitan usaha yang saling membutuhkan kontinyu, misalnya; usaha macam-macam kue, memerlukan pasokan terigu dengan kualitas tertentu dari pemasok.
2. Menambah kapasitas
Penambahan kapasitas adalah menambah atau menaikkan jumlah produksi untuk memenuhi kebutuhan peluang pasar baru atau untuk memasuki wilayah pasar baru. Penambahan kapasitas produksi dimungkinkan bila perusahaan masih memiliki kapasitas lebih. Bila kapasitas produksi yang dimiliki sudah dimanfaatkan maksimal, penambahan kapasitas produksi memerlukan penambahan alat-alat baru.
3. Memasuki bisnis baru
Memasuki bisnis baru adalah membuka usaha baru yang tidak ada kaitannya dengan usaha yang sudah berjalan. Memasuki bisnis baru dapat dilakukan dengan menambah jenis produk dari usaha yang sudah berjalan atau mendirikan usaha yang berbeda dengan usaha yang sudah berjalan.

Sumber gagasan/ide bagi produk dan jasa baru juga bisa digunakan untuk mengembangkan usaha. Misalnya :
1. Kebutuhan dan sumber penemuan
Penemuan atau inovasi berasal dari persepsi kebutuhan yang ingin dipenuhi. Misalnya; Alat parut kelapa sampai sekarang belum dibuat dalam bentuk yang besar. Sedangkan yang elektronik sudah ada, tetapi buatan luar negeri.
2. Mengamati kekurangan produk lain
Mengamati kekurangan produk dan jasa yang ada merupakan lahan subur bagi gagasan barang dan jasa baru.
3. Pemanfaatan produk dari perusahaan lain

Banyak perusahaan baru yang terbentuk sebagai perusahaan yang memanfaatkan produk dari perusahaan lain yang sudah ada. Misalnya; perusahaan konveksi baru membuat serbet, handuk, keset dari bahan BS (barang sortiran) perusahaan konveksi lain.






Sumber :
http://rajaaidilangkat.blogspot.com/2012/10/mengenali-peluang-dan-memilih-jenis.html
http://monicaiza1.blogspot.com/2013/06/bab-6-mengenali-peluang-dan-memilih.html
http://komvis10ikha.blogspot.com/2012/05/bab-6-mengenali-peluang-dan-memilih.html
https://titinabdinegara.wordpress.com/2011/05/22/kewirausahaan-_mengenali-peluang-dan-memilih-jenis-usaha/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar