Selasa, 05 Mei 2015

BUSSINESS & MARKETING PLAN

Rencana bisnis (bussiness plan) adalah ringkasan tertulis mengenai rencana pendirian perusahaan atau menjalankan usaha yang berisi rincian  gambaran kegiatan operasi dan rencana keuangan, peluang dan strategi pemasaran serta kemampuan pengelolaan. Rencana bisnis ini menguraikan arah dan tujuan perusahaan yang ingin capai, berserta strategi mencapainya sebagai peta  jalan bagi wirausahawan menuju  pembangunan bisnis yang sukses. 

Kerangka Perencanaan Usaha (Business Plan Frame)
Perencanaan usaha pada umumnya disusun dengan memuat pokok-pokok perencanaan, yaitu:
1. Nama perusahaan
2. Lokasi :
a. Lokasi perusahaan
b. Lokasi pertokoan
c. Lokasi perusahaan
d. Lokasi perkantoran
e. Lokasi pabrik
3. Komoditi yang diusahakan
4. Konsumen yang dituju
5. Pasar yang akan dimasuki
6. Partner yang akan diajak kerjasama
7. Personal yang dipercaya untuk menjalankan perusahaan
8. Jumlah modal yang diharapkan dan yang tersedia
9. Peralatan perusahaan yang perlu disediakan
10. Penyebaran informasi/promosi

Bentuk Formal Perencanaan Usaha (Business Plan Form)
1. Halaman depan
2. Daftar isi
3. Rangkuman eksekutif
4. Penjelasan tentang perusahaan
5. Pemasaran
6. Barang dan jasa yang dihasilkan
7. Usaha meningkatkan penjualan
8. Permodalan
9. Apendix

Ruang lingkup Marketing Plan memuat proses gambaran awalan wirausaha dengan alur yang baik hingga memperoleh hasil yang lebih.

Menurut Alma (187:2013) terdapat 3 komponen dalam Marketing Concept, adalah:
1. Costumer Orientation adalah produsen memahami dan mengikuti permintaan konsumen.
2. Organizationally Integrated Marketing Strategy adalah organisasi harus memiliki pandangan yang sama yaitu mengarahkan persepsi konsumen yang baik terhadap perusahaan.
3. Goal Achievment adalah tujuan dari perusahaan adalah peningkatan volume penjualan, efektivitas kegiatan marketing, dan meningkatkan nama baik perusahaan.

Menurut Kotler dan Amstrong (1997), Marketing Mix (Bauran Pemasaran) adalah variabel-variabel terkendali yang digabungkan untuk menghasilkan tanggapan yang diharapkan dari pasar sasaran.

Marketing Mix dikenal dengan 7P, meliputi:
  1. Product (Produk) adalah elemen terpenting dan identitas dari perusahaan. 
  2. Price (Harga) adalah pengorbanan ekonomis yang dilakukan konsumen untuk mendapatkan barang maupun jasa (Monroe : 2005). 
  3. Promotion (Promosi) adalah cara komunikasi penjual kepada pembeli untuk mempengaruhi sikap dan perilaku pembeli. 
  4. Place (Saluran Distribusi) adalah kegiatan untuk memindahkan produk dari produsen ke konsumen.
  5. People (Partisipan) adalah orang-orang yang terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan produksi. 
  6. Process (Proses) adalah kegiatan pelayanan penjual kepada konsumen selama melakukan pembelian barang maupun jasa. 
  7. Physical evidence adalah kondisi atau keadaan yang didalamnya juga termasuk suasana.
Menurut Basu Swastha (1984:127-132) terdapat 4 tahap dalam daur hidup produk, diantaranya:
  1. Tahap Perkenalan (Introduction). Pada tahap ini barang mulai dipasarkan, meskipun dalam volume penjualan yang rendah. Barang yang dijual umumnya baru, sehingga membutuhkan biaya promosi yang tinggi (agresif) dan laba yang diperoleh pun rendah. 
  2. Tahap Pertumbuhan (Growth). Pada tahap ini penjualan dan laba akan meningkat, karena permintaan akan produk meningkat dan produk telah dikenal oleh masyarakat sehingga promosi yang dilakukan tidak seagresif sebelumnya. 
  3. Tahap Kedewasaan (Maturity). Pada tahap ini penjualan masih meningkat dan tahap berikutnya akan tetap. Persaingan harga semakin tajam, sehingga perusahaan diwajibkan melakukan inovasi dan kreatifitas terhadap produk serta promosi ditingkatkan kembali. 
  4. Tahap Kemunduran (Decline). Pada tahap ini produk akan terlihat semakin kuno (usang), sehingga harus diganti produk baru. Produk baru ini harus segera dipasarkan, pengawasan terhadap biaya harus diperhatikan.
Berikut beberapa cara untuk menyusun marketing plan yang baik adalah:
  1. Gambaran mengenai ruang lingkup usaha yang akan dijalankan. 
  2. Dapat memposisikan produk terutama yang memiliki kriteria unik dan kreatif. 
  3. Menentukan visi dan misi yang sederhana sehingga dapat dijadikan moto usaha juga. 
  4. Menetapkan jangka waktu pemasaran dan tujuan pemasaran. 
  5. Melakukan analisis SWOT : Strength Weakness Oppurtunities Threats 
  6. Memilih strategi jitu disesuaikan dengan SWOT dan disertai dengan alasan yang jelas. 
  7. Menentukan alat pemasaran terdiri dari: produk, strategi, lokasi, dan distribusi. 
  8. Membangun bagan rencana pemasaran yang mencakup: jenis kegiatan, waktu pelaksanaan, tempat pelaksanaan, penanggung jawab, tujuan, serta biaya yang dibutuhkan. 
  9. Menetapkan ukuran keberhasilan agar dapat mempermudah melakukan evaluasi.
  10. Menetapkan waktu yang tepat untuk pelaksanaan pemasaran







Tidak ada komentar:

Posting Komentar