Rencana
bisnis (bussiness plan) adalah ringkasan tertulis mengenai rencana pendirian
perusahaan atau menjalankan usaha yang berisi rincian gambaran kegiatan
operasi dan rencana keuangan, peluang dan strategi pemasaran serta kemampuan
pengelolaan. Rencana bisnis ini menguraikan arah dan tujuan perusahaan yang
ingin capai, berserta strategi mencapainya sebagai peta jalan bagi wirausahawan menuju
pembangunan bisnis yang sukses.
Kerangka Perencanaan Usaha (Business Plan Frame)
Perencanaan
usaha pada umumnya disusun dengan memuat pokok-pokok perencanaan, yaitu:
1.
Nama perusahaan
2.
Lokasi :
a.
Lokasi perusahaan
b.
Lokasi pertokoan
c.
Lokasi perusahaan
d.
Lokasi perkantoran
e.
Lokasi pabrik
3.
Komoditi yang diusahakan
4.
Konsumen yang dituju
5.
Pasar yang akan dimasuki
6.
Partner yang akan diajak kerjasama
7.
Personal yang dipercaya untuk menjalankan perusahaan
8.
Jumlah modal yang diharapkan dan yang tersedia
9.
Peralatan perusahaan yang perlu disediakan
10.
Penyebaran informasi/promosi
Bentuk Formal Perencanaan Usaha (Business Plan
Form)
1. Halaman depan
2. Daftar isi
3. Rangkuman eksekutif
4. Penjelasan tentang perusahaan
5. Pemasaran
6. Barang dan jasa yang dihasilkan
7. Usaha meningkatkan penjualan
8. Permodalan
9. Apendix
Ruang lingkup Marketing Plan memuat proses gambaran awalan
wirausaha dengan alur yang baik hingga memperoleh hasil yang lebih.
Menurut Alma (187:2013) terdapat 3 komponen dalam Marketing
Concept, adalah:
1. Costumer Orientation adalah produsen memahami dan mengikuti
permintaan konsumen.
2. Organizationally Integrated Marketing Strategy adalah
organisasi harus memiliki pandangan yang sama yaitu mengarahkan persepsi
konsumen yang baik terhadap perusahaan.
3. Goal Achievment adalah tujuan dari perusahaan adalah
peningkatan volume penjualan, efektivitas kegiatan marketing, dan meningkatkan nama
baik perusahaan.
Menurut Kotler dan Amstrong (1997), Marketing Mix (Bauran
Pemasaran) adalah variabel-variabel terkendali yang digabungkan untuk
menghasilkan tanggapan yang diharapkan dari pasar sasaran.
Marketing Mix dikenal dengan 7P, meliputi:
- Product
(Produk) adalah elemen terpenting dan identitas dari perusahaan.
- Price
(Harga) adalah pengorbanan ekonomis yang dilakukan konsumen untuk
mendapatkan barang maupun jasa (Monroe : 2005).
- Promotion
(Promosi) adalah cara komunikasi penjual kepada pembeli untuk mempengaruhi
sikap dan perilaku pembeli.
- Place
(Saluran Distribusi) adalah kegiatan untuk memindahkan produk dari
produsen ke konsumen.
- People
(Partisipan) adalah orang-orang yang terlibat secara langsung maupun tidak
langsung dalam kegiatan produksi.
- Process
(Proses) adalah kegiatan pelayanan penjual kepada konsumen selama
melakukan pembelian barang maupun jasa.
- Physical
evidence adalah kondisi atau keadaan yang didalamnya juga termasuk
suasana.
Menurut Basu Swastha (1984:127-132) terdapat 4 tahap dalam
daur hidup produk, diantaranya:
- Tahap
Perkenalan (Introduction). Pada tahap ini barang mulai dipasarkan,
meskipun dalam volume penjualan yang rendah. Barang yang dijual umumnya
baru, sehingga membutuhkan biaya promosi yang tinggi (agresif) dan laba
yang diperoleh pun rendah.
- Tahap
Pertumbuhan (Growth). Pada tahap ini penjualan dan laba akan
meningkat, karena permintaan akan produk meningkat dan produk telah
dikenal oleh masyarakat sehingga promosi yang dilakukan tidak seagresif
sebelumnya.
- Tahap
Kedewasaan (Maturity). Pada tahap ini penjualan masih meningkat dan
tahap berikutnya akan tetap. Persaingan harga semakin tajam, sehingga
perusahaan diwajibkan melakukan inovasi dan kreatifitas terhadap produk
serta promosi ditingkatkan kembali.
- Tahap
Kemunduran (Decline). Pada tahap ini produk akan terlihat semakin
kuno (usang), sehingga harus diganti produk baru. Produk baru ini harus
segera dipasarkan, pengawasan terhadap biaya harus diperhatikan.
Berikut beberapa cara untuk menyusun marketing plan yang baik
adalah:
- Gambaran
mengenai ruang lingkup usaha yang akan dijalankan.
- Dapat
memposisikan produk terutama yang memiliki kriteria unik dan kreatif.
- Menentukan
visi dan misi yang sederhana sehingga dapat dijadikan moto usaha
juga.
- Menetapkan
jangka waktu pemasaran dan tujuan pemasaran.
- Melakukan
analisis SWOT : Strength Weakness Oppurtunities Threats
- Memilih
strategi jitu disesuaikan dengan SWOT dan disertai dengan alasan yang
jelas.
- Menentukan
alat pemasaran terdiri dari: produk, strategi, lokasi, dan
distribusi.
- Membangun
bagan rencana pemasaran yang mencakup: jenis kegiatan, waktu pelaksanaan,
tempat pelaksanaan, penanggung jawab, tujuan, serta biaya yang
dibutuhkan.
- Menetapkan
ukuran keberhasilan agar dapat mempermudah melakukan evaluasi.
- Menetapkan
waktu yang tepat untuk pelaksanaan pemasaran
Tidak ada komentar:
Posting Komentar