Belanja online (online shopping)
adalah proses dimana konsumen secara langsung membeli barang-barang, jasa dan
lain lain dari seorang penjual secara interaktif dan real-time tanpa suatu
media perantara melalui Internet itu. Melalui belanja lewat internet seorang
pembeli bisa melihat terlebih dahulu barang dan jasa yang hendak ia belanjakan
melalui web yang dipromosikan oleh penjual. Kegiatan belanja ini merupakan
bentuk komunikasi baru yang tidak memerlukan komunikasi tatap muka secara
langsung, melainkan dapat dilakukan secara terpisah dari dan ke seluruh dunia
melalui media notebook, komputer, ataupun handphone yang tersambung dengan
layanan akses Internet. Belanja dengan bentuk ini merupakan salah satu bentuk
perdagangan elektronik yang digunakan untuk kegiatan transaksi penjual ke
penjual ataupun penjual ke konsumen. Belanja online pertama kali dilakukan di
Inggris pada tahun 1979 oleh Michael Aldrich dari Redifon Computers. Ia
menyambungkan televisi berwarna dengan komputer yang mampu memproses transaksi
secara realtime melalui sarana kabel telepon. Sejak tahun 1980, ia menjual
sistem belanja online yang ia temukan di berbagai penjuru Inggris.
Keuntungan belanja online
1. Pembeli tidak perlu mengunjungi
tempat penjualan baik itu toko, butik, mall, dan lain sebagainya. Pembeli cukup
klik ke web yang dituju dan memilih barang yang dikehendaki.
2. Pemilihan barang bisa dilakukan
dari rumah atau kantor sehingga pembelian bisa dilakukan berjam-jam tanpa harus
keluar rumah
3. Penjual dapat menekan ongkos
pembukaan toko karena melalui belanja online, penjual cukup memasarkan
produknya melalui Internet
Kelemahan belanja online
1. Kualitas barang yang diinginkan
kadang-kadang berbeda kualitasnya dengan yang tercantum di website.
2. Rentan aksi penipuan dimana banyak
kasus ketika pembeli telah mengirim sejumlah uang yang disepakati, barang yang
dibeli tidak dikirim
3. Rentan rusak atau pecah karena
media pengiriman adalah pos
4. Rentan aksi pemboboloan rekening
karena pembayaran dilakukan melalui Internet
5. Marak aksi spamming karena
setelah pembeli melakukan registrasi, penjual cenderung selalu mengirimkan
katalog online melalui email pembeli dan hal ini cukup mengganggu privacy.
Kepercayaan pembeli terhadap
website online shopping terletak pada popularitas website online shopping
tersebut. Semakin popularitas suatu website, maka pembeli lebih yakin dan
percaya terhadap reliabilitas website tersebut. Selanjutnya, kepercayaan
pembeli terhadap penjual online juga terkait dengan keandalan penjual online
dalam menjamin keamanan bertransaksi, meyakinkan transaksi akan diproses
setelah pembayaran dilakukan oleh pembeli, dan kesalahan penagihan pada kartu
kredit atas “pembelian berulang”. Berikut ini adalah beberapa saran yang
dianjurkan kepada pembeli online sebelum berbelanja online terkait masalah
kepercayaan yaitu :
a) Setia kepada penjual yang
dikenal
b) Bertanya kepada konsumen
“independen atau lainnya” tentang pengalaman berbelanja online mereka
c) Memastikan bahwa terdapat
informasi kontak menyeluruh tentang produk pada website
d) Memastikan bahwa penjual online
telah memiliki trust mark atau trust seal.
Analisa SWOT dalam Online-Shop
Analisis SWOT adalah instrument
perencanaaan strategis yang bisa dibilang sangat klasik yaitu dengan
menggunakan kerangka kerja yang berisi tentang kekuatan dan kelemahan dan
kesempatan serta ancaman. Instrument ini memberikan cara sederhana untuk
memperkirakan cara terbaik untuk melaksanakan sebuah strategi.
S – STRENGTH
- Respon yang didapat dari konsumer mengenai barang
atau segala macam yang berhubungan dengan usaha ini bisa diterima dengan
sangat cepat tanpa melalui pihak-pihak seperti atasan dll.
- Online shop dinilai lebih mudah untuk memahami
kemauan dan kebutuhan pelanggan.
- Bisnis online shop adalah bisnis yang sedang marak
dan menjanjikan.
- Modal yang dibutuhkan relatif kecil.
- Karena minimnya pengeluaran, barang online shop
menjadi lebih murah dari barang yang dijual secara konvensional.
- Lebih dekat dengan pelanggan.
- Pilihan produk lebih banyak karena biasanya memakai
sistem preorder.
- Pasar yang tidak terbatas, bisa dijangkau siapa
saja.
- Transaksi bisa dilakukan dengan muda dan dalam
waktu 24 jam
- Sistem pengiriman produk yang proffesional seperti
JNE, TIKI, WAHANA, dll.
- Time saving.
W –
WEAKNESS
1.
Penipuan mudah sekali terjadi dalam online shop.
2.
Hanya bisa menjangkau kota dan masyarakat yang
memiliki akses internet.
3.
Saingan sangat banyak.
4.
Belum adanya undang-undang yang mengatur tentang
internet marketing shingga apabila ada masalah tidak bisa menuntut.
5.
Meskipun proffesional, jasa pengiriman masih sering
membuat kesalahan.
6.
Banyak masyarakat yang belum sepenuhnya percaya dengan
online shop.
7.
Proses pengiriman memakan waktu terutama semakin
maraknya online shop saat ini.
8.
Sering adanya ketidak puasan dari pelanggan.
9.
Mahalnya biaya kirim.
10. Masyarakat
sering sekali ragu akan kualitas barang kami.
11. Promosi
yang terbatas, mahal, dan sering sekali diacuhkan.
O –
OPPORTUNITY
1.
Tren yang selalu berganti membuat online shop lebih
mudah beradaptasi karena online shop lebih fleksibel.
2.
Teknologi yang selalu baru membuat online shop juga
akan terus berkembang.
3.
Ekspansi bisnis yang sangat global.
4.
Selalu tersedia setiap hari ( 24 jam dan 7 hari)
5.
Oerkembangan bisnis yang cepat dan cakupannya luas.
6.
Promosi yang bisa dilakukan kapan saja membuat online
shop kami akan terus dilihat oleh pelanggan.
7.
Banyaknya masyarakat yang gila belanja teruama belanja
online menjadi salah satu kesempatan besar kami.
8.
Barang yang bagus dan murah membuat online shop
semakin ramai.
T –
THREATEN
1.
Pesaing yang sangat banyak.
2.
Perubahan lingkungan pasar.
3.
Inovasi produk yang harus selalu dilakukan.
4.
Tidak adanya privasi karena data0data pelanggan akan
diketahui untuk keperluan pengiriman.
5.
Banyak mindset yang tetap menganggap belanja
online sangat beresiko.
6.
Penipu dimana-mana.
Sumber :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar