Sabtu, 09 April 2016

ANALISIS RATIO KEUANGAN

Halim et al. (2011) menyebutkan rasio keuangan merupakan ukuran statistik terkait dengan dua angka dari laporan laba rugi, neraca, atau keduanya. Analisis rasio keuangan dapat dilakukan untuk tiga tujuan
1. Sebagai alat analisis untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan dimaksudkan untuk mengakses kelangsungan hidup (viability) dan menentukan apakah return yang memuaskan akan dihasilkan dari pengambilan risiko
2. sebagai alat monitoring untuk meyakinkan bahwa tujuan perusahaan adalah sesuai dengan sumberdayanya
3. sebagai alat yang efektif untuk perencanaan pencapaian tujuan perusahaan.
Rasio Keuangan dapat dikategorikan sebagai berikut:
a. Rasio likuiditas (liquidity ratios) (contoh: current ratio, solvency ratio): digunakan untuk
mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban (obligation) jangka
pendeknya dan menentukan waktu serta cakupan tindakan yang diperlukan.
b. Rasio profitabilitas (profitability ratios) (contoh: profit margin, return on assets, return on
equity, and earnings per share): digunakan untuk mengukur tingkat pengembalian
(return) investasi perusahaan atau laba dari operasi.
c. Rasio aktivitas (activity ratios) (contoh: assets turnover and stock turnover). Digunakan
untuk mengindikasikan seberapa efektif penggunaan dan pembagian aset perusahaan
serta berapa kali dalam setahun persediaan dihabiskan.
d. Rasio pengungkit (leverage ratios) (contoh: gearing and interest cover): digunakan untuk
mengindikasi pengembangan yang diekspos perusahaan atas risiko keuangannya.
Tujuan Analisis Rasio Keuangan
Wild (205, p. 36) mengemukakan bahwa terdapat beberapa keunggulan dalam analisis laporan keuangan, antara lain :
1.    Melalui perhitungan rasio keuangan diharapkan agar informasi yang terkandung di dalam laporan keuangan lebih mudah dibaca dan ditafsirkan.
2.    Lebih memudahkan untuk mengetahui posisi perusahaan di tengah industri lain.
3.    Sebagai bahan dalam pengambilan keputusan dan model prediksi.
4.    Mengukur standar perusahaan.
5.    Lebih mudah membandingkan perusahaan dengan perusahaan lain, atau melihat perkembangan perusahaan secara periodik.
6.    Lebih memudahkan perusahaan dalam melakukan prediksi di masa yang akan datang.
Keunggulan Analisis Rasio Keuangan

Harahap (2008, p. 298) berpendapat bahwa rasio keuangan mempunyai beberapa keunggulan, antara lain :
1.    Rasio merupakan angka-angka atau ikhtisar statistik yang lebih mudah dibaca dan ditafsirkan
2.    Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit
3.    Mengetahui posisi perusahaan di tengah industri lain
4.    Sangat bermanfaat untuk bahan dalam model-model pengambilan keputusan
5.    Lebih mudah memperbandingkan perusahaan dengan perusahaan lain atau melihat perkembangan perusahaan secara periodik
6.    Lebih mudah melihat trend serta melakukan prediksi di masa yang akan datang.

Macam-macam Rasio Keuangan
Beberapa tinjauan terhadap hubungan kuantitatif rasio keuangan:
Dilihat dari sumbernya  rasio dibagi menjadi 3:
1.       Rasio-Rasio Neraca
Adalah rasio-rasio yg disusun dari data yg berasal dari neraca misalnya;  current ratio, Acid test-ratio, , current assets to total assets ratio, current lialibilities to total assets ratio dan lain sebagainya.
2.       Rasio Statemen Rugi-Laba
Rasio-rasio yang disusun berdasarkan income statements, misalnya gross profit margin, net operating margin, operating ratio, dan lain sebagainya.
3.       Rasio-Rasio Antar Statemen Keuangan
Adalah rasio keuangan yang disusun berdasarkan Neraca dan data lainnya yg berasal dari income statement, misalnya assets turnover, inventory turnover, receivables  turnover dan sebagainya.




Sumber
http://dewiasmaranii.blogspot.co.id/2014/12/analisis-laporan-keuangan.html
http://www.agus.byethost13.com/materi/alk/2012_mujilan_ALK_ed1.pdf?ckattempt=1

Tidak ada komentar:

Posting Komentar