Halim et al. (2011) menyebutkan rasio keuangan
merupakan ukuran statistik terkait dengan dua angka dari laporan laba rugi,
neraca, atau keduanya. Analisis rasio keuangan dapat dilakukan untuk tiga
tujuan
1. Sebagai alat analisis untuk mengidentifikasi
kekuatan dan kelemahan suatu perusahaan dimaksudkan untuk mengakses kelangsungan
hidup (viability) dan menentukan apakah return yang memuaskan akan dihasilkan dari
pengambilan risiko
2. sebagai alat monitoring untuk meyakinkan bahwa
tujuan perusahaan adalah sesuai dengan sumberdayanya
3. sebagai alat yang efektif untuk perencanaan pencapaian
tujuan perusahaan.
Rasio Keuangan dapat dikategorikan sebagai berikut:
a. Rasio likuiditas (liquidity ratios) (contoh:
current ratio, solvency ratio): digunakan untuk
mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban
(obligation) jangka
pendeknya dan menentukan waktu serta cakupan tindakan
yang diperlukan.
b. Rasio profitabilitas (profitability ratios)
(contoh: profit margin, return on assets, return on
equity, and earnings per share): digunakan untuk
mengukur tingkat pengembalian
(return) investasi perusahaan atau laba dari operasi.
c. Rasio aktivitas (activity ratios) (contoh: assets
turnover and stock turnover). Digunakan
untuk mengindikasikan seberapa efektif penggunaan dan
pembagian aset perusahaan
serta berapa kali dalam setahun persediaan dihabiskan.
d. Rasio pengungkit (leverage ratios) (contoh: gearing
and interest cover): digunakan untuk
mengindikasi pengembangan yang diekspos perusahaan
atas risiko keuangannya.
Tujuan
Analisis Rasio Keuangan
Wild (205, p. 36) mengemukakan bahwa terdapat beberapa
keunggulan dalam analisis laporan keuangan, antara lain :
1. Melalui
perhitungan rasio keuangan diharapkan agar informasi yang terkandung di dalam
laporan keuangan lebih mudah dibaca dan ditafsirkan.
2. Lebih
memudahkan untuk mengetahui posisi perusahaan di tengah industri lain.
3. Sebagai
bahan dalam pengambilan keputusan dan model prediksi.
4. Mengukur
standar perusahaan.
5. Lebih
mudah membandingkan perusahaan dengan perusahaan lain, atau melihat
perkembangan perusahaan secara periodik.
6. Lebih
memudahkan perusahaan dalam melakukan prediksi di masa yang akan datang.
Keunggulan
Analisis Rasio Keuangan
Harahap (2008, p. 298) berpendapat bahwa rasio
keuangan mempunyai beberapa keunggulan, antara lain :
1. Rasio
merupakan angka-angka atau ikhtisar statistik yang lebih mudah dibaca dan
ditafsirkan
2. Merupakan
pengganti yang lebih sederhana dari informasi yang disajikan laporan keuangan
yang sangat rinci dan rumit
3. Mengetahui
posisi perusahaan di tengah industri lain
4. Sangat
bermanfaat untuk bahan dalam model-model pengambilan keputusan
5. Lebih
mudah memperbandingkan perusahaan dengan perusahaan lain atau melihat
perkembangan perusahaan secara periodik
6. Lebih
mudah melihat trend serta melakukan prediksi di masa yang akan datang.
Macam-macam
Rasio Keuangan
Beberapa tinjauan terhadap hubungan kuantitatif rasio
keuangan:
Dilihat dari sumbernya
rasio dibagi menjadi 3:
1.
Rasio-Rasio Neraca
Adalah rasio-rasio yg disusun dari data yg berasal
dari neraca misalnya; current ratio,
Acid test-ratio, , current assets to total assets ratio, current lialibilities
to total assets ratio dan lain sebagainya.
2. Rasio
Statemen Rugi-Laba
Rasio-rasio yang disusun berdasarkan income
statements, misalnya gross profit margin, net operating margin, operating
ratio, dan lain sebagainya.
3.
Rasio-Rasio Antar Statemen Keuangan
Adalah rasio keuangan yang disusun berdasarkan Neraca
dan data lainnya yg berasal dari income statement, misalnya assets turnover,
inventory turnover, receivables turnover
dan sebagainya.
Sumber
http://dewiasmaranii.blogspot.co.id/2014/12/analisis-laporan-keuangan.html
http://www.agus.byethost13.com/materi/alk/2012_mujilan_ALK_ed1.pdf?ckattempt=1
Tidak ada komentar:
Posting Komentar