Rabu, 03 Desember 2014

Nilai Terendah Antara Harga Pasar dengan Estimasi Pembelian
Penilaian Selain Berdasar Harga Pokok
            Dalam keadaan khusus semacam ini diperkenankan bahkan disarankan untuk menilai persediaan menyimpang dari harga pokoknya. Berbagai prosedur penilaian persediaan selain berdasar harga pokok meliputi :
1. Penilaian berdasar harga terendah antara harga pokok dan harga pasar (Lower of Cost or Market / LOCOM)
2. Penilaian berdasarkan nilai realisasi dan atau nilai pengganti
3.Penilaian berdasarkan harga jual
4.Penilaian persediaan untuk kontrak-kontrak jangka panjang.
            3 alternatif harga pasar dibanding harga pokok, yakni :
a. Harga Beli / Harga Pengganti Pokok (Replacement Cost), yaitu daftar harga dari pemasok atau harga faktur pembelian terakhir.
b. Batas Atas (Ceilling) / Nilai Realisasi Netto, yaitu taksiran harga jual dikurangi dengan biaya penjualan.
c. Batas Bawah (Floor), yaitu taksiran harga jual dikurangi dengan biaya penjualan.
PENILAIAN BERDASAR LOCOM
            Penyajian nilai persediaan berdasar harga pasar yang lebih rendah dari harga pokoknya berarti mengakui karena adanya suatu kerugian yaitu selisih antara harga pokok dengan harga pasar dari barang yang bersangkutan tersebut.
Penerapan Metode Locom (Harga Terendah Pasar)
a. Berdasarkan persediaan yang dimiliki perusahaan. Di bawah ini 3 kemungkinan prosedur penerapannya:
-  Menurut Jenis Persediaan
-  Menurut Kelompok Persediaan
-  Keseluruhan Jumlah Persediaan
b. Hasil penilaian persediaan tersebut dicatat dalam rekening pembukuan, sehingga menyangkut perlakuan akuntansi terhadap penurunan nilai persediaan.
            Alasan harga jual dijadikan dalam penilaian persediaan, karena:
- Barang-barang tersebut tidak mungkin ditentukan harga pokoknya.

- Barang tersebut memiliki pasaran yang luas dan dapat dijual setiap saat dengan harga yang pasti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar