MENGGUNAKAN 9 PRINSIP DASAR
“BERPIKIR KREATIF”
Kadang-kadang pandangan yang
mendalam muncul pada orang yang mejanya bersih, mereka yang file-filenya
terorganisir dengan baik, dan mereka yang mendekati sesuatu secara logis,
metodis. Tapi ilham sering juga muncul pada mereka yang tidak menyisir
rambutnya, mereka yang tidak dapat menemukan file yang dicarinya dan mereka
dengan proses berpikir tidak terencana.
Jika anda lebih condong sebagai
intuitif, yang mengikuti aliran, dan bekerja sangat baik dalam situasi yang
kurang terstruktur, cobalah strategi tersusun ini untuk menerapkan apa yang
anda ketahui. Strategi ini menawarkan pendekatan yang lebih bebas, yang berasal
dari penelitian beberapa peneliti tentang belajar dan kreativitas, khusunya
pendekatan dari Roger Schank, profesor psikologi di Yale Univesity. 9 prinsip
dasar ini, yang agak berbeda dari prinsip dasar yang terkenal dari Prof.
Schank, mewakili permukaan dari strategi terbaik untuk memaksimalkan kekuatan
berfikir anda.
Sekarang anda akan melakukannya
secara sadar dan berurutan agar terpanggil kreatif.
Sembilan prinsip dasar berfikir:
1.
Mendapatkan
semua data-sebelum memutuskan sebuah jawaban.
2.
Mengklasifikasikan
–dan menemukan klasifikasi baru.
3.
Menggeneralisasikan.
4.
Menjelaskan.
5.
Mencari
apa yang tidak anda pahami.
6.
Menerapkan
apa yang anda pelajari sebelumnya.
7.
Menolak
kebijaksanaan standar.
8.
Membiarkan
pikiran mengembara.
9.
Memberikan
izin kepada diri anda untuk gagal.
Mendapatkan semua data-sebelum
memutuskan sebuah jawaban
Sebelum menghasilkan solusi yang
sah, pendekatan baru, atau teori, buanglah semua prakonsepsi dan pertama-tama
kumpulkan data sebanyak-banyaknya. Tanpa data, anda tidak mempunyai bahan bakar
mental untuk menghidupkan proses berfikir anda, dan prakonsepsi dapat mencegah
anda melihat fakta-fakta atau hubungan penting.
Mengklasifikasikan-dan menemukan
klasifikasi baru
Membuat kategori dan klasifikasi
yang membantu kita melihat hubungan, dan ini akan membawa kepada generalisasi.
Menggeneralisasikan
Generlasisasi membantu kita
menghasilkan pandangan, ide, dan solusi baru. Kepentingan generlasisasi bukan
pada apakah kita benar, melainkan apakah generalisasi membuat kita berpikir.
Menjelaskan
Kita mengetahui sesuatu hanya jika
memahaminya. Kita memahami, hanya jika dapat menjelaskannya kepada diri kita
dengan istilah kita sendiri. Mencoba menjelaskan sebuah situasi atau dilema,
akan “memulai”proses berpikir dan meningkatkan kekuatan pikiran.
Mencari apa yang tidak anda
pahami
Menurut Prof.Schank , pemahaman
hanya dapat meningkat dimulai dari kita tidak memahami. Kunci berpikir adalah
apa yang tidak kita pahami-anomali. Carilah hal-hal yang tidak masuk akal bagi
anda, tapi carilah seluas-luasnya berpura-puralah tidak memahami sesuatu dan
pertanyakkan segala sesuatu.
Menerapkan apa yang anda pelajari
sebelumnya
Sering hal-hal yang sudah anda
ketahui-dari bidang-bidang yang sama sekali tidak berhubungan – membantu
memunculkan pandangan dan ilham.
Menolak kebijaksanaan standar
Sangat sering solusi telah berada
didepan kita, tapi kita menolaknya karena merupakan “kebijaksanaan standar”
dibidangnya. Pertanyakkan penjelasannya- mereka mungkin membatasi anda- karena
kebijakasanaan standar sering salah.
Membiarkan pikiran mengembara
Melamun, menghayal, adalah saat-saat
dimana pikiran kita mengembara dan sering menghasilkan pandangan yang segar,
bahkan solusi yang menyeluruh. Beralih dari satu pikiran kepikiran lain adalah
berpikir, dan sering diikuti pikiran bawah sadar, yang secara mental
menambahkan dua dan dua untuk kita menunjukkan arah kepada jawaban yang dicari.
Membirikan izin kepada diri anda
untuk gagal
Jalur sukses ditandai dengan
kegagalan. Harapkanlah kegagalan, rangkul, dan sambut. Pikirkan setiap ide yang
tidak membawa satu langkah kepada jawaban yang dicari. Ini memberi anda kebebasan
mengambil peluang agar tidak mundur karena takut akan kegagalan.
Sumber: Penerbit DELAPRATASA
Penulis: Jean Marine Stine
Judul: MENGOPTIMALKAN DAYA PIKIR
TAHUN 2003
Tidak ada komentar:
Posting Komentar